Sumber Referensi

SEJARAH PANGKALAN KOTO BARU

on Kamis, 10 Februari 2011

Kecamatan Pangkalan merupakan salah satu wilayah Administrasi Pemerintahan dalam Kabupaten Limapuluh Kota dengan ibukota Kecamatan adalah Nagari Pangkalan Koto Baru. Luas wilayah adalah 712,06 Km2 yang berarti 21,23 % dari luas wilayah Kabupaten Limapuluh Kota yang luasnya 3.354,30 Km2.
Luas Daerah menurut nagari adalah sebagai berikut : Nagari Koto Alam (42,75 Km2), Nagari Manggilang (58,75 Km2), Nagari Pangkalan (124,3 Km2 ), Nagari Gunung Malintang (249,43 Km2), Nagari Tanjung Balik (124,57 Km2), dan Nagari Tanjung Pauh (112,26 Km2).
Batas wilayah Kecamatan Pangkalan adalah sebelah Utara dengan Kabupaten Kampar Propinsi Riau, Selatan dengan Kecamatan Harau, Timur dengan Kabupaten Kampar Propinsi Riau, dan Barat dengan Kecamatan Pangkalan Koto Baru,dan Bukit Barisan
TOPOGRAFI
Topografi Kecamatan Pangkalan bervariasi antara datar atau berbukit-bukit dengan tingggi tempat terendah dari permukaan laut berada di waduk PLTA di Kenagarian Tanjung Pauh ( 90 mdpl ) dan daerah tertinggi berada pada Bukit Gadih ( 1330 mdpl) di Kenagarian Koto Alam.
Kecamatan ini sangat banyak mempunyai sungai yang telah dimanfaatkan oleh masya-rakatnya untuk sumber air irigasi, mandi, cuci dan kakus (MCK), memancing ikan , sumber galian C, dan sebagai sarana transportasi yang mengunakan perahu untuk membawa hasil Gambir dan Karet . Adapun sungai-sungai yang megaliri Kenagarian Gunung Malintang ada 6 buah yaitu : Batang Mahat, B. malutu,S. Pimpiang , S. Luhu,dan S.Lowan . Sungai yang mengaliri di Kenagraian Pangkalan ada 5 buah yakni : Batang Mahat, S. Maik, S. Samo, S. Manggilang,danS, Kasok, Di kenagarian Koto Alam ada 3 buah yaitu :Sungai Air Gadang dan Sungai air Koto Lamo dan Batang Lui. Di Kenagarian Manggilang ada 2 buah sungai yaitu : Batang Manggilang dan Batang Malagiri, Di kenagarian Tanjung Balit Batang Mahat yang mengaliri daratannya telah menjadi waduk. Sementara di Kenagarian Tanjung Pauh ada 5 yaitu : S.Cilatio, S.Permato,S.Picang,S.Angki dan S. Marang
SEJARAH MENURUT TAMBO
Dalam Tambo Pangkalan disebut sebagai ”Kambuik Baniah Tampang Pusako” dari luak Limopuluah Kota, yang terdiri atas lima suku dan bermamak nan dua belas, ber malin nan dua belas, serta dilengkapi pula dengan hulu balang nan dua belas. Adapun penghulu yang dua belas adalah :
1. Dt. Sibijayo(Pitopang) yaitu kambut benih tampang pusaka, apabila terjadi masalah adat dan pusaka, maka dikepalai oleh DT. Sibijayo suku Pitopang.
2. Dt. Basa (Pitopang), yaitu Talago undang kebulatan cupak, apabila tumbuh dalam undang-undang dalam nagari di kepalai oleh DT. Basa. Tetapi apabila dari penyelesaian undang DT. Basa tidak hadir maka Dt. Sibijayo boleh memutuskan suatu perkara dalam kerapatan, begitu juga sebaliknya apabila DT. Sibijayo tidak hadir maka DT. Basa dapat pula memutuskan suatu perkara, sebab keduanya disebut adalah Kayu panjang berkerat dua.
3. Dt. Tumanggunag ( Madahiliang) bertugas suluh sigi dalam nagari
4. Dt. Perpatiah (Caniago ) yaitu neraca adat akan menimbang sama berat mengukur sama panjang
5. Dt. Majo Indo (Piliang) bertugass sebagai cermin terus, yaitu akan melihat hingga picak boleh dilayangkan dan bulat boleh digolongkan
6. Dt. Penghulu Basa (Domo) yaitu menjadi payung panji, artinya hujan tempat berteduh, panass tempat berlindung
7. Dt. Bandaro (Pitopang ) pucuak gadang karantau, paiso kato dalam sidang
8. Dt. Domoanso ( Pitopang), gadang dalam alek jamu, penyigi segala makanan
9. Dt. Mangkuto (Piliang) suluah bendang dalam nagari
10.Dt. Marajo (Domo)Kunci balai dalam nagari
11.Dt. Rajo Malayu (Melayu) pangua tabuah dibalai
12.Dt. Panduko Indo ( Caniago) antiko adat dalam nagari
ZAMAN BELANDA
Pada zaman pemerintahan Belanda Kecamatan Pangkalan berdasarkan lembaran negara No.418 tahun 1905 merupakan kelarasan dari Kecamatan Kampar Atas , Kabupaten Lima Puluh Kota. Pembagian wilayah administrasi Kecamatan Kampar Atas tirdiri atas :1. Laras Pangkalan Koto Baru VI Koto, 2. Laras VI Koto Kampar di Mudik, 3. Laras VII Koto Kampar di Hilir, 4. Laras Kapur Nan Sembilan, 5. Daerah (Landschap) Gelugur III Koto Di Hilir, 6. Daerah (Landschap) V Koto Kampar, 7. Daerah (Landschap) Tambang dan Tarantang, 8.Daerah (Landschap) III Koto Sibalimbing.Pusat pemeritahan adalah di Bangkinang dengan Kontroler : OP Besseling, Jaksa Royan Datuk Jamarif dan Ajung Jaksa adalah Majid Khatib Sampono dan Halat Sutan Marajo
Setelah perobahan pembagian administrasi Sumatera Barat bulan Nopember 1914 maka Pangkalan merupakan Onderafdeling dari Afdeling limapuluh Kota dengan nama distrik Pangkalan Koto Baru dengan demang Sidi Harun. Distrik Pangkalan terdiri dari Onderdistrik yaitu :
1) Onderdistrik Pangkalan VI Koto dibawah demang Pangkalan Koto Baru,
2) Onderdistrik XIII Koto Kampar ( dengan VI Koto Kampar Dimudik dan VII Koto Kampar Dihilir, asisten demang Aidit Sutan Pangai,
3) Onderdistrik Sialang ( dengan Gelugur,III Koto, Kapur nan IX, asisten demang Jamaluddin Datuk Indo Marajo.
ZAMAN KEMERDEKAAN
Pada awal kemerdekaan wilayah Kecamatan Pangkalan Koto Baru merupakan bagian dari kewedanaan Bangkinang , Luhak Lima Puluh Kota. Setelah Agresi Belanda II berdasarkan intruksi Gubernur Militer Sumatera Tengah No. 10/GM/ST/ 49 tanggal 9 Nopember 1949, dan diresmikanlah Kabupaten Limapuluh Kota Pada Tangal 19 Desember 1949, maka Kecamatan Pangkalan Koto Baru merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota.
Nama-nama camat Kecamatan Pangkalan Koto Baru adalah Drs. Aziz Hayly, Drs.Syafrul, Khairul.BA, Drs. Hardi Zen, Drs. Dt. Putiah, Drs. Khairul Amri, Drs. Darma Dodi, Drs, Maulia Rozadi , Drs. Syahrial, Dt.adli fauzi Karayiang, BA (2002-2004), Drs.Musdar Darwis, (2004-2006)Yan Agusra.S.Sos.M.Si (2006-2007 ), Alfian.SSTP,M.Si (2007-2009),Ir. Sepdi Paindayeri (Jan 2009-Mar 2010 ), Drs. Syaiful (Maret 2010- Sekarang )
AGAMA
Untuk menunjang kehidupan beragama di Kecamatan Lareh Sago Halaban terdapat fasilitas tempat ibadah berupa Masjid (23 buah), Mushala (44 buah). Masyarakat yang memeluk agama Islam 28.580 orang, dan Kristen Protestan 10 orang. Jumlah ulama 17 orang, mubalig 34 orang, penyuluh agama 13 orang dan khatib 23 orang.
KEPENDUDUKAN
Jumlah penduduk Kecamatan Pangkalan Koto Baru adalah 27.853 jiwa yang terdiri dari laki-laki 14.146 jiwa dan perempuan 13.707 jiwa dengan sex Rasio 103,20 % dan tingkat kepadatan penduduk 39 jiwa/Km2. Sumber mata pencaharian penduduk adalah petani gambir dan karet (85 %), Pedagang dan restoran (10 % ), sopir dan jasa serta buruh lainnya ( 5 % ).
PENDIDIKAN
Sarana pendidikan di Kecamatan Pangkalan Koto Baru yang telah tersedia sejak tingkat pendidikan TK sampai SLTA. Sarana pendidikan TK berjumlah 17 (tujuh belas) unit. Sarana pendidikan SD tersebar disemua nagari berjumlah 27(dua puluh tujuh) unit. MIN/MIS 2 unit, Untuk tingkat pendidikan SLTP Negeri 5 (lima) unit, MTN/MTS 2 unit Dan untuk tingkat pendidikan SLTA/SMKN berjumlah 2 (satu) unit.
KESEHATAN
Dibidang kesehatan, fasilitas dan sarana kesehatan di Kecamatan Pangkalan Koto Baru juga masih terbatas. Untuk melayani 6 Nagari yang ada hanya terdapat 3 unit Puskesmas , 8 unit Puskesmas Pembantu (Pustu) , Polindes 4 unit dan Posyandu 42 unit. Adapun tenaga medis yang terdapat di kecamatan ini terdiri dari 4 orang dokter umum, 3 orang dokter gigi, perawat 15 orang, 18 orang bidan.
PERTANIAN DAN PERKEBUNAN
Di Bidang Tanaman Pangan dari total luas sawah 543 Ha dengan luas panen 951 Ha /tahun dengan produksi 3.233,40 ton GKP pertahun belum dapat memenuhi kebutuhan penduduk. Potensi pengembangan tanaman padi adalah di Kenagarian Koto Alam, Pangkalan dan Gunung Malintang. Potensi Tanaman Karet terdapat di Kenagarian Gunung Malintang dengan PTP VI seluas 3.600 Ha yang dimanfaatkan untuk plasma seluas 2.000 Ha dan Inti 1.600 Ha. Potensi lain adalah tanaman Gambir dari luas tanam 3.739 Ha diperkirakan produksinya 3.178 ton /tahun tanaman ini merupakan andalan ekonomi bagi masyarakat di Kecamatan Pangkalan Koto Baru.
PETERNAKAN DAN PERIKANAN
Kerbau merupakan hewan ternak besar yang paling banyak terdapat di Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Pada tahun 2008, populasi ternak Kerbau 561 ekor, Sapi adalah 547 ekor, Kambing 670 ekor .Selain itu, jenis unggas yang paling banyak terdapat adalah Ayam Buras dengan populasi mencapai 2.836 ekor dan Itik 1.216 ekor,. Sementara luas Kolam adalah 30 ha dengan produksi 330,20 ton/tahun, Luas Budidaya Ikan di Sawah 105 Ha dengan produksi 78,56 ton/tahun , luas penangkapan ikan diperairan umum dengan luas 2.665,40 ha dengan produksi 192,26 ton/tahun.
PERTAMBANGAN
Di Bidang Pertambangan Potensi bahan galian Golongan C di Kecamatan Pangkalan adalah, Jenis bahan galian Andesit terdapat di Kenagarian Koto Alam,Manggilang. dan Tanjung Balit. Galian C jenis tanah liat banyak terdapat di Pangkalan Tengah Nagari Pangkalan, Jenis Sirtukil ada di kenagarian Koto Alam, Manggilang , Pangkalan dan Gunung Malintang.Di kenagarian Tanjung Balit terdapat potensi bahan tambang Timah dan Batuan Grafit, dan bahan tambang Timah juga ada di kenagarian Tanjung Pauh
PARIWISATA
Di Bidang Pariwisata yang merupakan potensial yang dapat dikembangkan adalah Ngalau Lubuak Bulan di Kenagarian Gunung Malintang, Kapalo Banda di Lubuak Tabuan Kenagarian Pangkalan, Ngalau Putiah di Kenagarian Manggilang, dan Waduk PLTA Koto Panjang yang lokasinya berada di dua kenagarian Tanjung Balik dan Tanjung Pauah apabila dikelola dengan melengkapi berbagai sarana dan prasarana dapat meningkatakan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Disamping itu yang dapat menjadi objek wisata tahunan adalah pacu selaju sampan, dan sampan hias pada waktu memasuki bulan Ramadhan yang tempatnya di bawah jembatan Pangkalan, serta Bakajang di Kenagarian Gunuang Malintang seletah Iduyl Fitri.
Situs Kebudayaan di Kecamatan Pangkalan adalah “mariam lelo” yang terbuat dari kuningan merupakan milik kaum di Nagari Pangkalan, disamping itu di Kenagarian Pangkalan mempunyai situs nisan islam yang terdapat di Pangkalan tengah dan pangkalan utara dan juga disepanjang sungai Batang Mahat di Pangkalan Utara ada juga ditemukan menhir yang sudah tidak terawat lagi dan ada juga kuburan keramat Syekh.Burhanuddin yang berdarah Putiah. Di Kenagarian Koto Alam ada 3 buah situs milik nagari yakni “Batu Ular” dan “Batu Kuda “ ( karena batu tersebut berbentuk ular dan kuda ) dan “Sakido Mura “ yakni batu khatulistiwa yang dibuat dizaman Jepang. Di Kenagarian Mangilang terdapat situs “ kuburan Rajo “
Jenis–jenis kesenian anak nagari yang ada di Kecamatan Pangkalan adalah : Talempong, Zikia. Muluk suatu nyanyian sebelum hari raya idulfitri. Dikia marhaban, barzanzi, Silek rangkiang .Baguang, Silek, dan Tari piriang
PASAR

Untuk memasarkan hasil bumi dan membeli keperluan rumah tangga di Kecamatan Pangkalan Koto Baru ada 5 buah Pasar yaitu : Pasar Inpres di nagari Pangkalan setiap Sabtu, Pasar Tipe A di nagari Manggilang setiap Jumat, Pasar Tipe A di nagari Gunung Malintang setiap Jumat, dan Pasar Tipe A di Nagari Koto Alam setiap jumat .Dan dian-tara kenagarian Tanjung Balik dan Tanjung pauh ada 1 buah pasar serikat.(Saiful.SP)

3 komentar:

Anonim mengatakan...

mantanp, kang!

kami dari koto alam

http://kotoalam.wordpress.com/

calvein thomas mengatakan...

mantaappp

Amri J Rahman,SE. mengatakan...

ombak admin, mokasi lemu nyo yo?

Posting Komentar